Ciri-ciri Gaya Interior Design Retro yang Jarang Diketahui!

Apakah kamu pernah mendengar interior design retro? Konsep satu ini sudah banyak diaplikasikan pada rumah minimalis di era sekarang. Beberapa orang salah mengiranya karena sama dengan konsep atau gaya vintage. Nyatanya, keduanya mempunyai ciri yang berbeda.

Ciri-ciri Gaya Interior Design Retro

Desain retro adalah desain yang akan memberikan kesan klasik pada suatu hunian. Gaya ini biasanya ditemukan pada tahun 1960-an. Meski begitu, banyak yang menerapkan konsep tersebut karena terbulang simpel dan menarik. Berikut sejumlah ciri-ciri dari gaya interior design retro.

1.      Mempunyai Warna yang Cerah dan Hangat

Salah satu ciri dari konsep retro adalah warnanya yang cerah dan hangat. Gaya ini akan mengombinasikan antara warna primer yang eksplosif. Alhasil, kepribadian penghuninya yang ceria akan terasa lebih cocok.

2.      Interior Design Ruang Terbuka

Ciri kedua yang bisa dilihat dari konsep retro adalah desainnya yang terbuka. Konsep terbuka inilah yang akan membuat hunian terasa lebih luang. Caranya dengan menggabungkan suatu ruangan dengan ruangan lainnya dengan sekat.

3.      Menggunakan Lantai dan Wallpaper yang Geometris

Kamu bisa melihat lantai atau wallpaper dinding dengan motif geometris pada konsep retro. Selain berbentuk kotak, segitiga, atau lingkaran, kamu bisa memilih pola dot atau titik untuk menambah kesan retro.

Selain itu, gaya retro mempunyai ciri-ciri yang kaya akan tekstur. Furnitur interior design yang dipilih juga retro tapi sedikit nyeleneh. Namun, hal itulah yang akan membuat hunian terasa menarik.