Tarif Kelas BPJS Kesehatan Akan Menjadi Tunggal

Berita Indonesia terkini terkait adanya kelas tunggal yang akan diberlakukan bagi peserta BPJS Kesehatan tahun 2023. Perihal akan dilaksanakannya uji coba, di beberapa rumah sakit terpilih sebagai pelaksana kelas standar.

Melalui penerapan ini maka kelas 1, 2, dan 3 akan dihapus dan diganti dengan kelas BPJS tunggal pada tahun 2023 nanti.

Iuran BPJS Kesehatan Akan Disamakan

Diketahui iuran BPJS Kesehatan akan disamaratakan atau menjadi tunggal. Namun besaran nominal belum disampaikan oleh pemerintah.

Terkait besaran nominal yaitu Menkes Budi Gunadi akan melakukan diskusi dengan Menteri Keuangan untuk keputusan anggaran BPJS tunggal.

Anggota DJSN, Iene Muliati juga menyebut bahwa tarif BPJS tunggal masih dalam proses dan akan dilaksanakan setelah disepakatinya kebijakan kelas standar, bersama DPR RI.

Sementara Anggota Komisi 9 DPR RI,  Saleh Partaonan Daulay juga mengusulkan tentang besaran iuran BPJS Kesehatan tunggal, yaitu senilai Rp75.000.

Himbauan Tarif BPJS Kesehatan

Namun di sisi lain terdapat himbauan supaya pemerintahan Indonesia dalam menentukan tarif standar BPJS Kesehatan, harus mempertimbangkan tentang daya beli peserta mandiri dan juga keadaan finansial masyarakat Indonesia. Hal ini dikemukakan oleh Yayasan lembaga konsumen Indonesia atau YLKI.

Tulus Abadi sebagai ketua YLKI menyampaikan tentang amanat undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional atau SJSN. Sehingga pemerintah diharapkan mampu mempertimbangkan kemampuan daripada peserta mandiri BPJS Kesehatan, selain daripada peserta bukan penerima upah atau PBPU yang menempati kelas 3.

Diharapkan bahwa tarif biaya operasional kelas tunggal BPJS, mampu dijangkau oleh semua kalangan atau lebih murah daripada tarif saat ini.

Hal ini berarti pemerintah sudah siap untuk menetapkan sistem tarif dalam kajian komprehensif. Khususnya untuk kalangan menengah ke bawah.

Sementara untuk besaran denda terkait keterlambatan atau tunggakan pembayaran iuran BPJS mandiri diatur dalam Perpres Nomor 64 tahun 2020, yaitu sekitar 5% dari biaya awal yang ditentukan.

Berdasarkan data DJSN peserta kelas 3 iuran mandiri BPJS adalah yang paling banyak. Yaitu sebanyak 23 juta orang per Juni 2021.

Terkait tarif tunggal dalam biaya operasional BPJS Kesehatan atau iuran, maka untuk kelas 3 yang biasanya membayar lebih murah, harus siap-siap untuk mengalami kenaikan.